Menjadi pujangga atau pejuang itu sama saja. Perbedaannya, pejuang pembela kebenaran yang bersenjatakan tombak, keris, atau mungkin bambu runcing. Tapi pujangga adalah pembela kebenaran yang bersenjatakan ujung pena. Kata-kata tajam lebih sakti dari peluru.
Kiai Sandiasma. Dalam novel epos Zaman Gemblung karya Sri Wintala Achmad.
blog comments powered by Disqus
Notes
-
not-with-me likes this
-
achmadhadikurnia reblogged this from asraresi
-
achmadhadikurnia likes this
-
asraresi reblogged this from kekasihsenja
-
anggunross reblogged this from kekasihsenja
-
satunovemberr likes this
-
kekasihsenja posted this



